Inilah Cara nya Menangkal Berita Hoax


ini lah caranya menangkal berita hoax


Kemampuan manusia untuk memahami, menganalisis, dan mengkonstruksikan kata-kata, sebenarnya tidak bisa di sesuaikan dengan tingkat pendidikan seseorang dan sangat kecil kaitanya dengan tingkat pendidikan dan kecerdasan itu sendiri. Mungkin itu tergantung dari kepercayaan seseorang dalam memahami suatu informasi atau berita, baik itu berita yang asli atau berita palsu (hoax).

"Untuk kemampuan memeriksa atau memahami informasi, sebenarnya sangat terantung dari kemampuan kita untuk mengetahui konflik atau isi berita itu sendiri" , ujar Anindito Aditomo, dalam acara diskusi literasi mengangkal Hoax, jakarta, Minggu (19/2/2017).

Proses Literisasi atau memahami suatu perkara hanya mampu di capai melalui tahapan menganalisis data hingga mampu mengevaluasi dan mengkonstruksikan data yang lebih spesifik.

Yang lebih penting dari menganalisis data dan mengevaluasi data itu perlu di ikuti dengan kemampuan berfikir kritis, walau tidak semua bisa di lakukan. Tapi yang terutama adalah mengenai sesuatu yang diyakini secara pribadi keberdayaan dan skeptis mengkritik pada otoritas. Anindito pun menyatakan, di perlukannya karakter yang intelektual.

Jika kemampuan literasi berkurang, maka akan menimbulkan seseorang untuk membuat informasi-informasi yang tidak benar keadaanya. Terutama di website-website berita yang menyebarkan berita hoax.

Anindito juga menyampaikan syarat individu untuk menilai suatu berita, yakni memiliki kemampuan untuk menyaring isi berita, mengevaluasi, mengkonstruksikan berita, serta bisa menerapkannya.

Hal ini perlu di lakukan melihat berbagai media sosial, seperti media sosial Facebook, Twitter, Whatsapp dan yang lainnya. Yang secara tidak langsung berdampak ke percayaan seseorang tentang berita yang sebenarnya berita palsu (Hoax).

Perlu anda ketahui juga, menurut Asosiasi Penyeleenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) , pengguna internet di indinesia sudah lebih dari 135 juta orang dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Jadi jangan sampai anda terkena berita hoax yaa...
Blogger
Disqus

No comments